Berawal dari Sewakan Boks Bayi, Startup Sevva.co Ingin Mengglobal

“Saya tak meminjamkan motor, rumah, sebab AirBnB serta Uber telah menjawab itu. Namun cabang barang sehari-hari ini belum ada. Jika soal asuransi, saya ini tetap terbatas serta baru, saya gunakan pendekatan pada vendor yang telah biasa nyewain barang. Jadi mereka tahu busines ini jalan serta risikonya mereka pun juga tahu. Namun ke depan saya akan kasih insurance serta menggunakan pendekatan customer to customer sementara kini tetap seperti business to customers. Ke depannya akan di buat profesional mungkin seperti pada Tokopedia dari dana yang telah saya terima,” terang Erik.

Dia sendiri berkata bahwa busines jenis ini yang disebut sharing economy serta akan semakin marak di 2017, bahkan tak cuma di Indonesia, namun pun juga di dunia. Hal itulah yang telah membuatnya percaya bahwa Sevva.co pun juga akan dapat mendunia.

“Sharing economy ini akan jadi lebih banyak lagi yang muncul di tahun 2017 serta ke depan sebab dapat kami lihat sendiri kini bahwa AirBnB tanpa mempunyai kamar value-nya lebih besar dari pada Hilton, sementara Uber yang tak mempunyai mobil pun juga dapat lebih valuable dari pada Delta Airlines. Saya seluruh mengejar kue yang sama yakni USD335 triliun total revenue pada global market sharing di tahun 2025. Sebab saya telah bergabung di Ideabox, saya berharap dapat menelurkan product yang dapat menyelesaikan masalah orang serta dapat mengglobal,” terangnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *