Berawal dari Sewakan Boks Bayi, Startup Sevva.co Ingin Mengglobal

JAKARTA – Ide membangun sebuah startup dapat berasal dari mana saja. Setelah 3 kali gagal menjalani usaha konvensional bersama Michael Luckyman, Erik Hormein memulai usahanya dalam sektor persewaan boks bayi. Tapi, dia bermimpi mengembangkan usaha itu menjadi lebih berskala global.

Erik pun menggandeng ke-3 rekannya yaitu Michael, Nicholas Lie, serta Tika Dianty untuk memulai startup yang bernama Sevva.co dengan cara mempertemukan penyewa serta vendor-nya. Ketika berbincang dengan Okezone, Michael yang sekarang didapuk menjadi CMO Sevva.co menceritakan bahwa tak mudah mengawali busines tanpa modal serta jaringan terbatas.

“Sebenarnya busines ini awalnya dari Eric, CEO saya, yang mempunyai busines rental box bayi. Dia ingin bisnisnya berkembang, namun rumahnya kecil, sedangkan dia mempunyai 100 boks bayi yang direntalkan. Jika mau mempunyai lebih banyak order, otomatis dia jadi perlu lebih banyak lagi area lagi, mesti beli rumah lagi. Ketika itu dia berpikir pengin membuat perusahaan yang jadi lebih dapat diatur skalanya namun masih di busines sewa-sewaan. Muncullah akhirnya dengan Sevva.co ini yakni dengan rental service yang bisa mempertemukan penyewa dengan sang pemilik barang,” kata Erik di Jakarta Pusat, Hari senin (13/2/2017).

Platform itu sampai sekarang mempunyai 10 ribu pemakai aktif semenjak dikeluarkan pada 1 Juni 2016. Mereka pun juga baru saja memperoleh pendanaan $ 50 ribu dari Ideabox yang di inisasi Indosat Ooredooo , Mountain Partners, serta Kejora.

Menariknya, Sevva.co ini tidak hendak menyentuh penyewaan area tinggal, hotel, vila, ataupun kendaraan yang sebenarnya pun juga sama-sama menjanjikan. Mereka memilih untuk meminjamkan barang sehari-hari seperti stroller bayi, boks bayi, tas yang bermerek, sampai camera. Model busines yang mereka gunakan pun juga tetap sederhana yaitu mempertemukan persewaan dengan penyewa. Sevva.co berlaku menjadi pihak ke-3 serta membagikan layanan rekening bersama.

Masuk Indonesia, Redmi 4A Tonjolkan Kloning Aplikasi

Jakarta – Setelah memberitahukan ponsel pintar 4G Xiaomi mulai ‘buatan Indonesia’, pada kesempatan yang sama, Xiaomi pun juga meresmikan kehadiran Redmi 4A.
“Hari ini saya umumkan Redmi 4A, ponsel pintar Xiaomi buatan Indonesia,” kata Senior Vice President Xiaomi, bernama Xiang Wang di JW Marriott, Daerah Mega Kuningan, Jakarta, Jumat, (10/2/2017).

Keunggulan dari Redmi 4A ini merupakan kemampuan untuk mengkloning app. Contohnya, WhatsApp yang biasanya di gunakan 1 app, maka dengan ponsel Redmi 4A dapat menjadi 2 dan juga bisa di gunakan secara bersamaan.

“Tidak cuma WhatsApp saja, namun app yang lain pun juga dapat menjadi 2 app dalam 1 ponsel. Jadi, ada 2 akun app untuk seluruh app,” ungkap Wang.

App dapat dikloning di Redmi 4A sebab sudah di dukung oleh antar muka MIUI 8 hingga app dapat mempunyai kembarannya.

Redmi 4A mempunyai screen 5 inch HD dengan balutan body umumnya handset Xiaomi. Ponsel ini memiliki kerampingan 8,5 milimeter dan juga bobot 131,5 gram. Camera penting 13 MP dan juga Camera depan 5 MP.

Untuk dapur pacunya, pada ponsel Xiaomi dengan rasa Indonesia ini diberi prosesor Qualcomm Snapdragon 425 quad-core versi 64 bit, dengan RAM 2 GB, ROM 16 GB, telah memberi dukungan 4G dan juga VoLTE, dan juga baterai 3120 mAh yang dapat bertahan 7 hari dengan keadaan standby.

Redmi 4A di banderol dengan biaya Rp1,499 juta dan juga tersedia pada akhir Februari 2017. Berminat?

Optimis Sasar Segmen Menengah, Ini Alasan Lenovo  

Lenovo baru saja mengeluarkan product terbarunya, Moto Z dan juga Moto Z Play, di pasar gadget high-end Indonesia.

Country Lead Lenovo bernama Adrie R. Suhadi, optimistis 2 ponsel pintar yang mengusung konsep ponsel pintar modular itu bisa bersaing di segment ponsel mewah Indonesia.

Soalnya, menurut riset BCG tahun 2012, segment menengah pengguna Indonesia, yang cuma 74 juta orang, di prediksi akan bertambah 2 kali lipat pada tahun 2020 menjadi 141 juta orang.

”Itu 50 % lebih dibandingkan total warga Indonesia. Dengan segment yang besar itu, ini adalah segment yang menarik untuk pasar Indonesia,” jelas Adrie.

”Oleh sebab itu, kami cukup yakin diri untuk masuk di segment itu.”

Ketika ini, berdasarkan Adrie, segment premi tetap berada dibawah 7 % secara volume, namun secara total ataupun value sudah lebih dari 21 %, dan juga, “Ini akan tumbuh secara cepat,” ujarnya.

Empat Aplikasi Pesan dan Browsing Ultra-Aman

JAKARTA – Keamanan belakangan ini telah menjadi fokus para pengembang supaya penggunanya masih terjaga dari kehajatan siber ataupun mata-mata. Baik di Android serta iOS ada app serta browser yang menawarkan keamanan tingkat tinggi.

Berikut ini jajaran app pesan serta browser yang menawarkan sebuah keamanan tingkat tinggi sebagaimana di laporkan T3, Hari kamis (26/1/2017).

Dolphin Zero

App browser yang tersedia untuk pemakai Android serta iOS ini membahas seluruh hal-hal yang biasanya Kamu tinggalkan saat Kamu browsing website, file cache, cookies, history, serta banyak lagi. Setelah Kamu keluar dari browser, seluruh data secara otomatis dihapus dari ponsel Kamu.

Brave

Selain Dolphin Zero, Brave adalah website browser mobile yang difokuskan pada 2 tujuan penting, menjadi cepat serta memblokir tiap iklan yang mungkin bisa mencoba untuk merusak pengalaman Kamu berselancar di dunia maya.

Viber

Nama Viber mungkin tidak setenar WhatsApp, tetapi app ini mempunyai pengaturan keamanan yang cukup baik, yaitu enkripsi end-to-end serta menghentikan orang mengintip pesan Kamu.

Signal

Selain Viber, app pesan yang ultra-aman yang lain merupakan Signal. App yang tersedia Android serta iOS ini mengimplementasikan enkripsi end-to-end serta Signal tidak pernah menyimpan serta mengakses data pemakai.

Berita Hoax Merajalela, Pemerintah Punya Andil?

Berita bohong ataupun berita hoax baru-baru ini tetap menjadi perbincangan hangat di kalangan rakyat. Terlebih lagi di situasi politik yang telah memanas menjelang Pilkada DKI Jakarta serta sejumlah wilayah yang lain yang sebentar lagi akan di lakukan.

Public pun tidak tinggal diam. Banyaknya peredaran berita hoax di media online, khususnya di sosial media , akhirnya memicu banyak sekali aksi dari sejumlah pihak. Contohnya yakni gerakan “Turn Back Hoax” yang saat ini sedang gencar dikampanyekan.

Banyak desakan juga dari rakyat supaya pemerintah tegas menanggulangi peredaran berita hoax di Indonesia. Contohnya, memblokir situs-situs website yang memuat berita hoax.

Tidak sedikit yang penasaran, siapakah oknum di balik berita hoax itu sendiri? Tapi ada pun juga sebagian pihak menjadikan berita hoax ini menjadi ladang busines menggiurkan.

Verizon Incar Operator Kabel Comcast?

Seorang CEO Verizon, Lowell McAdam, akan bersiap-siap untuk menjawab rival langkah AT&T membeli DirecTV dan juga Time Warner. Raksasa wireless dari Amerika Serikat ini menimbang akuisisi pada Comcast untuk menolong mengembangkan permintaan untuk product data wireless-nya.

Comcast sudah mencoba masuk ke busines penyediaan layanan nirkabel ke gadget mobile. Perusahaan disebut akan dimulai sebuah MVNO tahun ini memakai jaringan Big Red dan juga 15 juta hotspot wifi. Namun kini, rumor baru menunjukkan pergesaran besar di dalam pemikiran Comcast dan juga Verizon.

Diwartakan Phone Arena, Hari kamis (19/1/2017), CEO Verizon Lowell Mc Adam pada CES di awal Januari berkata mempunyai minat dalam membeli kabel. Salah 1 rahasia yang bocor yaitu Verizon akan memerlukan operasi kabel Comcast untuk menolong peluncuran nirkabel 5G.

Bicara mengenai biaya, nilai Comcast ketika ini yaitu USD173 miliar, yang artinya mengambil banyak uang untuk melaksanakan pembelian ini. Tetapi, kalau Verizon menginginkan kabel dan juga tidak hendak menghabiskan banyak uang, operator di negara Amerika Serikat itu dapat masuk setelah perusahaan kabel Charter Communications.