Ribuan Konten Negatif dan Hoax di Facebook-Twitter Siap Dibasmi

Pertemuan Menteri Komunikasi serta Informatika (Menkominfo) Rudiantara serta perwakilan Fb untuk membahas konten-konten negatif serta hoax di Indonesia membuahkan hasil.

Contohnya yakni Fb berjanji untuk menanggulangi konten negatif serta hoax yang ada di layanannya segera mungkin. Hal ini pun disepakati karena Fb mempunyai pemakai yang jumlahnya telah mencapai lebih dari sekitar 96 juta akun di negara Indonesia.

Direktur Jenderal App Informatika Kemkominfo Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan kesepakatan untuk bisa menghilangkan konten negatif serta hoax ini di lakukan setelah Kemkominfo membuat laporan kepada jejaring sosial raksasa itu. Pihak Fb akan menghilangkannya setelah mendapat laporan.

Sammy, sapaan karib Semuel, berkata menurut data yang di himpun team review konten negatif Kemkominfo, sejumlah konten negatif yang di temukan di Fb serta Instagram yang jumlahnya telah mencapai 1.572 konten terhitung semenjak tahun 2016 sampai 13 Februari 2017.

“Dari jumlah konten yang di laporkan ke Fb, yang telah direspon sekitar 60 %. Saya mengharap supaya respond dapat ditingkatkan, begitu diminta mesti direspon. Fb pun berjanji untuk mempercepat respond terhadap permintaan Kominfo,” terang Sammy ketika konferensi pers di dalam Gedung Kemkominfo, Jakarta, Hari selasa (14/2/2017) setelah pertemuan Menkominfo serta Fb.

Data yang sama mengatakan, konten negatif yang ada pada jejaring sosial Twitter yang jumlahnya lebih banyak lagi. Team review Kemkominfo telah melaporkan ada sebanyak 3.252 konten negatif di situs Twitter Indonesia.

Sementara konten negatif yang di temukan di YouTube ataupun Google jumlahnya mencapai 1.204 konten. Lalu, di layanan pesan Telegram yang jumlahnya mencapai sekitar 47 konten negatif.

Berdasarkan Sammy, dibanding laporan Fb, Twitter relatif lebih cepat merespond permintaan takedown konten negatif. Hal ini sebab Twitter sudah mempunyai kantor perwakilan di Indonesia hingga proses komunikasi dapat lebih cepat.

Walau begitu, untuk menanggulangi konten negatif di Twitter, Kemkominfo juga akan mengadakan pertemuan juga dengan Twitter Indonesia pada tanggal 20 Februari 2017.